KSR-PMI Unit UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

KSR PMI Unit UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
HINDARI BERNAFAS LEWAT MULUT SAAT MENDAKI

HINDARI BERNAFAS LEWAT MULUT SAAT MENDAKI

Kebanyakan dari orang orang yang pertamakali mendaki adalah bernafas dari mulut justru bernafas dari mulut adalah salah satu penyebab lebih cepat lelah.”

Di bawah ini adalah penjelasanya

  1. Napas Mulut Membuat Udara Masuk Tanpa Filter

Hidung berfungsi sebagai penyaring alami untuk debu, kotoran, bakteri, dan udara dingin.

Jika bernapas lewat mulut, udara masuk tanpa disaring, meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.

  1. Udara Dingin Bisa Langsung Menyerang Paru-paru

Di ketinggian gunung, udara lebih dingin dan kering.

Bernapas lewat mulut membuat udara dingin langsung masuk ke paru-paru, bisa memicu batuk, iritasi tenggorokan, bahkan radang paru.

  1. Menguras Kelembapan Tubuh Lebih Cepat

Bernapas melalui mulut mempercepat penguapan air dari tubuh.

Ini bisa mempercepat dehidrasi, padahal saat mendaki menjaga cairan tubuh sangat krusial.

  1. Napasan Mulut Tidak Dalam

Napas melalui mulut cenderung dangkal dan cepat.

Ini membuat suplai oksigen ke otot berkurang

Berikut adalah kesalahan dalam penangan hipotermia 

  • Tidak mengenakan pakaian yang tepat:

Memakai pakaian yang tidak sesuai dengan kondisi cuaca dan aktivitas pendakian dapat meningkatkan risiko hipotermia. Pakaian yang tidak tahan air dan angin akan mudah basah dan membuat suhu tubuh turun. 

  • Mengabaikan pakaian basah:

Pakaian basah dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh. Pendaki seringkali lalai mengganti pakaian basah dengan pakaian kering, yang dapat memperburuk hipotermia. 

  • Mengabaikan gejala awal hipotermia:

Gejala hipotermia awal seperti menggigil, kelelahan, dan kaku otot seringkali diabaikan oleh pendaki. Padahal, gejala ini harus segera diatasi untuk mencegah hipotermia memburuk. 

  • Menghangatkan tubuh secara ekstrem:

Beberapa pendaki mencoba menghangatkan tubuh penderita hipotermia dengan cara yang tidak tepat, seperti dengan membasuh tubuh dengan air panas atau meletakkan kompres panas di lengan dan tungkai. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan memperlambat pemulihan. 

  • Tidak membawa perlengkapan yang cukup:

Pendaki seringkali tidak membawa perlengkapan yang cukup untuk menghadapi cuaca dingin, seperti selimut, sleeping bag, atau pakaian hangat cadangan. 

  • Tidak memperhatikan kondisi cuaca:

Kondisi cuaca di pegunungan dapat berubah secara drastis. Pendaki harus selalu memperhatikan kondisi cuaca dan bersiap untuk menghadapi perubahan yang tiba-tiba. 

  • Tidak membawa makanan dan minuman yang cukup:

Mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup dapat membantu tubuh menghasilkan panas dan mempertahankan suhu tubuh. Pendaki seringkali tidak membawa makanan dan minuman yang cukup, terutama saat melakukan perjalanan jauh atau dalam kondisi cuaca dingin. 

Dan berikut adalah cara yang benar dalam menangani hipotermia

  • Pindahkan ke tempat yang dapat melindungi dari angin: Pindahkan orang yang mengalami hipotermia ke tempat yang terhidar dari angin seperti di shelter, dalam tenda, balik batu
  • Lepaskan pakaian basah: Lepaskan pakaian basah dan ganti dengan pakaian yang kering dan hangat.
  • Gunakan selimut atau jaket: Gunakan selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh.
  • Berikan minuman hangat: Berikan minuman hangat untuk membantu meningkatkan suhu tubuh. ( BUKAN KOPI )
  • Pantau kondisi: Pantau kondisi orang yang mengalami hipotermia dan cari bantuan medis jika kondisinya tidak membaik atau semakin parah.
  • CPR jika perlu: Jika orang yang mengalami hipotermia tidak sadar atau tidak bernapas, lakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) jika Anda terlatih untuk melakukannya.
  • Gunakan Metode layering: Menggunakan pakaian yang berlayer – layer dengan menambahkan emergency blanket (jika ada) pada lapisan dasar untuk menjaga panas tubuh 

Share this post

More To Explore

Karya : Najwa Nilam Qonita

Manfaat Donor Darah

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah