DIKTEN

Latihan Pra Ujian PMI

Latihan Pra Ujian PMI merupakan salah satu Program Kerja (Proker) dari Bidang Pendidikan dan Ketenagaan (DIKTEN). Latihan ini dilaksanakan setelah adanya DIKLATSAR oleh Anggota Muda (AM) yang bertujuan untuk mempersiapkan dalam menempuh ujian sertifikasi PMI. Latihan ini diselenggarakan selama 3 – 4 bulan setiap sabtu minggunya dalam 1 tahun secara berurutan.

Latihan Pra Ujian PMI sepenuhnya di tangani oleh anggota DIKTEN dengan adanya sistem Penanggung Jawab (PJ) oleh salah satu anggota DIKTEN dengan tujuan agar terkoordinirnya Latihan Pra Ujian PMI dengan baik. Dalam penyampaian materi latihan, anggota DIKTEN akan di damping oleh pelatih baik dalam penyampaian secara teori maupun praktik. Hal ini bertujuan agar dalam penyampaian materi tidak terdapat kesalahan maupun adanya mis komunikasi dalam melaksanakan Proker Latihan Pra Ujian PMI.

Latihan Pra Ujian PMI ini mempelajari semua hal tentang kepalangmerahan yang meliputi:

  1. Kepalangmerahan
  2. Pertolongan Pertama
  3. Cidera Jaringan Lunak
  4. Cidera System Otot
  5. Luka Bakar
  6. Pembalutan dan Pembidaian
  7. Evakuasi
  8. Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi Jantung (BHD-RJP)
  9. Kedaruratan Medis (KDM) & Keracunan
  10. Perawatan Keluarga
  11. Donor Darah
  12. Manajemen Posko
  13. Assesment
  14. Dapur Umum
  15. Logistik
  16. Research Family Link (RFL)
  17. Shalter
  18. WATSAN
  19. Psychosocial Support Program (PSP)
  20. Dasar Obat-obatan
  21. Pendidikan Remaja Sebaya
  22. Kepemimpinan
  23. Pengantar Program Berbasis Masyarakat

Dalam pemberian materi ini, diharapkan anggota muda mampu memahami materi dengan baik sebagai bekal dalam melaksanakan Ujian PMI yang ditunjang dengan memberikan berbagai macam variasi soal. Sedangkan dalam menempuh ujian praktik akan diadakan beberapa simulasi dalam latihan dengan tujuan mengetahui seberapa tingkat kefahaman anggota muda dalam mempraktikkan sebuah teori. Dalam ujian PMI praktik yang diujikan meliputi praktik dalam pembalutan dan BHD-RJP. Selanjutnya anggota muda akan dilatih dalam Kesehatan Lapangan (Keslap) yang meliputi pemeriksaan Head to Toe, penanganan cidera, evakuasi, hingga halang rintang. Adanya Keslap ini bertujuan mempersiapkan relawan dalam menghadapi bencana alam.

 

Oleh : Bidang Dikten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *